Sembilan Negara ASEAN memeriahkan Festival Budaya Asean dan Kemilau
Cahaya Purwakarta Istimewa dalam Puncak acara Hari Jadi Purwakarta ke
182 dan Kabupaten Purwakarta ke 45, Sabtu malam (29/06) yang digelar
sepanjang jalan Jendral sudirman pasar juma’ah menuju Gedung Kembar Jl.
KK. Singawinata Purwakarta.
Peserta festival budaya Asean yang terdiri dari 9 Negara, yakni
Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Laos, Filipina, Brunei
Darussalam dan Myanmar berbaur bersama tim kesenian dari 10 propinsi di
Indonesia dan 10 kabupaten kota di jawa barat, termasuk dengan peserta
festival lampion yang berasal dari pegawai pemkab, BUMD, Pelajar, hingga
masyarakat desa.
Pada pukul 20.00, peserta festival mulai bergerak dari tempat
start tepat di depan pertokoan Pasar Jumaah jalan Jendral Sudirman
menuju tempat finish di gedung kembar. site plan iring-iringan festival
diawali paling depan pasukan Lampion jinjing warna Merah Putih yang
dibawa oleh TNI sebanyak 500 orang, diikuti 50 pasukan berkuda yang
didalamnya ada komandan Deville, Bupati Purwakarta, Muspida
Kab.Purwakarta beserta tamu undangan lainnya.
Diikuti selanjutnya 4 Kereta Kencana masing-masing kereta kencana
Ki Jagarasa, Nyi Malati, Jaka Sunda, dan Kereta Kencana Djogjakarta,
kemudian adapula kereta gerobak Sapi yang membawa hasil pertanian.
Dilanjutkan peserta Seni Budaya dari Negara-negara Asean, kemudian
berikutnya dari Tim Kesenian Propinsi di Indonesia diantaranya propinsi
jawa barat, DKI Jakarta, Papua, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
Ditambah dengan tim kesenian dari kabupaten kota di jawa barat,
yakni dari Kabupaten Karawang (Kesenian Ngarak Panganten), Kota Bekasi
(kesenian Tanjidor), Sumedang (Kuda Renggong), Ciamis (Dugig), Kota
Bogor (Wayang Hihid), Garut (Surak Ibra), Kota Bandung (Benjang),
Cianjur (Ngarak Posong), Sukabumi (Budak Buruan), dan Subang
(Sisingaan).
Dibagian selanjutnya kembali ada 500 pasukan Lampion jinjing warna
merah putih oleh anggota TNI, 3.000 pasukan Lampion jinjing berasal dari
Organisasi Perangkat Daerah, 6.000 lampion jinjing dari keluarga besar
dinas pendidikan (terdiri dari guru-guru, kepala sekolah dari SD hingga
tingkat SMA dan kepala UPTD pendidikan), 10.000 lampion jinjing dari
tiap kecamatan yang ada di purwakarta, 18.200 lampion jinjing dari
seluruh desa yang ada di purwakarta, dan terakhir 16.200 lampion jinjing
berasal dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK se purwakarta.
Ribuan warga yang ingin menyaksikan festival ini, praktis
menyempurnakan lautan manusia di sepanjang jalan yang dilalui peserta
festival. Tak ayal, pagar pembatas dan aparat keamanan tak bisa berbuat
banyak saking membludaknya pengunjung. Namun begitu, sejak awal start
hingga finish, festival berjalan lancar dan meriah.
Para delegasi ASEAN, ditempat finish menampilkan berbagai seni
kreasinya, di depan Bupati serta Muspida plus, yang antusias menyaksikan
penampilan mereka.
Selain festival budaya Negara Asean, Acara dirangkaikan dengan
festival Kemilau Cahaya dengan menampilkan iring-iringan peserta pawai
yang membawa lampion jinjing dan lampion terbang. Banyaknya peserta
festival lampion ini telah membukukan di rekor MURI, 2 kategori
sekaligus sebagai peserta lampion jinjing terbanyak yang tercatat 56.472
lampion dan 5.000 lampion yang diterbangkan.
Dalam sambutannya Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH.
menegaskan jika festival ini harus menjadi spirit kebangkitan
Purwakarta, kebangkitan orang jawa barat yang didalamnya tumbuh tradisi
sunda, “orang sunda harus menunjukkan kebesarannya pada dunia”, ungkap
Bupati.
Dedi berharap, spirit kebanggaan dari masyarakat terhadap kotanya
yakni purwakarta semakin meningkat dari waktu ke waktu, sehingga bisa
dilihat setiap malam minggu mereka banyak tinggal di purwakarta daripada
keluar kota. “Tingkat hunian hotel di purwakarta semakin meningkat dan
kunjungan ke rumah makan juga semakin tinggi “ ujarnya.
Terkecuali itu, dari festival ini menurut Dedi, dapat membangun
kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kota asalnya,
“sebagaimana Spirit lampion adalah cahaya, tentu cahaya dalam hati kita
yang terang bisa membawa kita ke langit” pungkasnya.
(Humas Setda Purwakarta.)
Sumber : purwakartakab.go.id
Ditulis Oleh : Unknown ~ Sebagai Admin Blog RT6 Cibungur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar